Marketing Estetika dan Pertarungan Persepsi

Beberapa tahun yang lalu saya mengikuti sebuah seminar tentang Businnes Syariah. Biasanya kan yang ngisi tuh praktisi syariah dalam bidang seperti perbankan, Property Syariah may be. Tapi yang ini -masih jarang lho yang kayak gini- dari sebuah biro Periklanan Syariah Kreatif yang komit terhadap urusan kreatifitas berbasis syariah ! keren gak…he..he..tapi kita blom mo mbahas ini.

Yeah, ada 1 kalimat yang membuat saya tertarik dan antusias yakni “mencuri sekapling persepsi” yah ini mungkin jawaban terhadap pertanyaan saya yang dulu-dulu kok kenapa iklan iklan yang ada kadang tidak nyambung dengan produk yang dijual. Jawabannya adalah Pertarungan Persepsi. Tempo Doeloe banjak orang menganggap bahwa pemasaran adalah sekedar pertarungan antar produk. Artinya Produk terbaiklah yang akan menang. Tapi sebenarnya pemasaran merupakan pertarungan persepsi. Yah siapa yang dapat menanam persepsi dengan baik di benak konsumen dialah yang menang (gimana ?bener gak bro Al Ries & Jack Trout dalam 22 immutable Laws of Marketing he..he..#nyontek). inilah yang disebut dengan Daya Tarik Visual (Kapan-kapan kita bahas ya?). Dengan kata lain pasar sekarang sudah memasuki era Aesthetic Strategy era cantik-cantika era keren-kerenan. Soal rasa? nomer dua bro. #eh gak gitu juga sih…

Intinya Estetika itu penting ! Estetika adalah kunci pembeda, alias point of differentation dari merek lain -selain keunggulan kualitas atau layanan- tatkala dunia kita hari ini penuh sesak dijejali informasi media dari radio jadul, TV, hingga internet, tentunya membuat kita galau untuk memilih cie..cie..Tuh penting kan? Apa coba bedanya ayam gorengnya daeng Kassi dengan KFC. Kenapa KFC lebih mahal?dan orang merasa bangga makan disana padahal belum tentu lebih baik rasa dan gizinya? Kenapa? kenapa? jawab ! #horor. Kenapa singkong Kripik Maicihnya Axl Jodi tu lebih mahal ketimbang kripik singkong curah dipasar?. itu Karena persepsi…

Oke yang ingin saya sharing adalah kenapa estetika itu penting dalam marketing…satu, dengan estetika akan terbangun loyalitas konsumen seperti fans KFC n terangkatnya harkat martabat makanan rakyat Kripik singkong yang diremehkan di tangan mas axl jodi. Dua, Estetika bisa jadi alasan perusahaan untuk menetapkan premium pricing.Kalo sebuah produk menawarkan experience kepada konsumen sehingga membuatnya bisa mendengar, , melihat,menyentuh dan merasakan produk kita, maka…selamat anda telah menambahkan nilai dan nilai itu bisa diberi harga. hebat kan? dan ketiga, menjadi aspek pembeda atau point of differentation ditengah persaingan merek yang begitu ketat. Kata pepatah arab ‘kalo mo terkenal maka “nyelenehlah”.

So, masih mo biasa-biasa aja? ato mo tampil luar biasa? [ENDING/Inqilabiart]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + eighteen =