7 Kesalahan Branding yang Sering Dilakukan UKM

Sebagaimana yang kita ketahui, branding terlalu penting untuk kita abaikan. Tak peduli sekecil apapun bisnis kita, melakukan branding adalah investasi yang sangat bagus. Tapi ingat, jangan lakukan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengusaha UKM. Apa saja kesalahannya? Mari kita kupas satu-persatu.

1. Ragu Dengan Kekuatan Branding

Jika Anda sebagai bisnismen masih ragu akan kekuatan branding, itu sih keterlaluan. Dengan branding yang kuat, Anda bisa menaikkan margin hingga berlipat-lipat. Gampangnya begini, jika Anda beli kopi sebagai komoditi, harganya mungkin hanya 30 ribu rupiah per kilonya. Jumlah segitu bisa untuk kopi sampai puluhan cangkir. Tapi berapa harganya jika sudah ada logo Starbuck? Uang segitu hanya untuk satu cangkir saja. Dan hebatnya, laris lagi. Itulah sebagian kekuatan branding. Yang lainnya, akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

2. Melupakan Brand Guidelines

Brand dirancang sedemikian rupa untuk menghadirkan karakter pada produk Anda. Brand seperti halnya manusia, brand juga harus dibangun karakternya. Bisa berkarakter sopan, helpfull, cepat, elegan, centil bahkan agresif. Itu tergantung strategi Anda untuk memposisikan brand seperti apa. Kesalahan yang sering dilakukan UKM adalah tidak disiplin dalam pembangunan karakter brand tersebut. Bagaimana mungkin brand parfum yang berkarakter elegan dan elit, tiba-tiba berhadiah piring murahan misalnya? Kuncinya adalah konsisten.

3. Sederhana aja, Jangan rumit!

Posisikan brand dengan jelas, jangan terlalu ruwet. Misalnya sebuah rumah makan yang menyajikan masakan khas Makassar, kemudian ikutan latah menyajikan steik karena kebetulan ada beberapa orang yang tanya. Apa jadinya? Ini jualan makanan Makassar apa Massachusett? Jadi membingungkan kan? Sebagai bisnismen, mungkin Anda akan bisa menjelaskan panjang lebar. Sebagai konsumen, orang-orang akan manggut-manggut sambil membatin, “Emang gw pikirin!” So, sederhana saja, biar mudah dimengerti.

4. Masuk ke Jebakan Branding yang Tak Terlihat

Hati-hati dalam melakukan branding karena banyak sekali jebakan yang tak terlihat. Seringkali UKM menyusun brand guidelines terlalu generik atau umum. Logo dan brand tidak mencerminkan nilai apapun dari produk yang ditawarkan ke konsumen.

Dampaknya, brand jadi tidak jelas positioningnya karena terlalu generik. Konyolnya lagi, seringkali UKM lebih mengejar brand awareness, padahal positioning brandnya masih belum ditentukan.

5. Ngakalin Brand Guidelines

Untuk menyusun brand guidelines, Anda membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan. Setelah jadi, dengan penuh semangat, Anda mengimplementasikan dalam semua kegiatan promosi.

Setahun kemudian, Anda membutuhkan materi promosi baru yang lebih up to date. Muncul ide-ide baru, layout baru, warna-warna baru bahkan ‘what to say’ baru. Selama tidak bertabrakan dengan guidelines, ini tidak menjadi masalah. Tapi yang sering adalah, para pengusaha UKM ini malah melupakan brand guidelines nya sendiri. Dampaknya, konsumen bingung dan investasi di campaign pertama jadi mubazir.

6. Tidak Mempatenkan Logo dan Brand Secara Legal

Membangun brand dan mengimplementasikan dalam komunikasi, hanyalah sebagian dari pertempuran melawan kompetitor. Siapkan pertahanan diri dengan mengurus paten logo dan brand Anda secara legal. Sepertinya ini masalah sepele (apalagi buat UKM), tapi percayalah, ini sangat penting sekali. Jangan sampai kompetitor Anda yang justru mempatenkan logo dan brand Anda. Kalau sampai kejadian, nyesek kan?

7. Salah Rebranding

Sebenarnya tak ada salahnya dengan rebranding, apalagi jika ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan jaman. Tapi jika Anda salah melakukan, dampaknya sangat buruk. Jika rebranding terpaksa dilakukan, jangan sampai justru menjauhkan dengan konsumen Anda. Rubah jika brand hanya akan mendatangkan masalah. Jika akhirnya Anda memutuskan berubah, patikan semua konsumen dan relasi Anda tahu perubahan tersebut. [br4nding.wordpress.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =